Asal paham tujuan dan timing, beriklan di media sosial wajib hukumnya bagi pemilik bisnis yang memanfatkan dunia online.

Bicara tujuan, pemilik bisnis pasti ingin profit. Untuk meningkatkan profit ada dua jalan, yaitu memperbesar omzet alias memperbanyak transaksi penjualan, atau meningkatkan harga jual.

Jalan yang pertama, atau yang kedua, bisa disandingkan dengan strategi beriklan di media sosial. Untuk yang pertama, maka target segmen pasar bisa diatur seluas mungkin. Untuk yang kedua, maka target bisa diatur makin spesifik, sekaligus butuh usaha lebih membuat konten iklan.

Namun, apapun cara kita meningkatkan profit, ada aturan dasar yang enggak bisa dilupakan.

Landing page untuk muara iklan-iklan tersebut mesti berfungsi dengan baik.

Lebih mendasar lagi, produk dan jasa yang kita jual harus prima.

Landing page yang bekerja dengan baik

Jika kita mengarahkan iklan ke website kita, pastikan url dapat diakses, tidak ada typo dalam penjelasan produk/jasa, ada form yang mudah diisi dan form tersebut bekerja dengan baik.

Jika kita mengarahkan iklan ke messenger ataupun marketplace, maka kita juga mesti siap merespons atensi calon pembeli.

Misalnya, kita berniat menjual properti dan mengiklankannya di media sosial. Sudah pakai foto yang cakep, sudah menulis caption yang menarik, lalu menggunakan button “Send Whatsapp Message” tapi enggak bisa standby, atau ponsel tidak dalam kondisi prima.

Ya wassalam. Sayang budget iklannya.

Atau, misalnya kita mengiklankan hijab terbaru di toko yang numpang marketplace. Tapi, kita enggak standby buat jaga toko dan proses pengiriman. Chat masuk lama tak berbalas. Kebuang deh budget iklannya.

Jadi, sebelum beriklan di media sosial, pastikan dulu produk dan servis kita sudah yang terbaik, didukung dengan landing page yang oke.

Istilahnya nih, jangan sampai orang datang ke toko kita, tapi tokonya berdebu, atau susunan barangnya menggangu mata, atau pramuniaganya kelewat judes.

Nah, jika sudah mantab dengan produk dan jasa yang kita jual, sudah yakin dengan kesiapan landing page atau contact person, tanyakan lagi kepada diri kita. Apakah ini waktu yang tepat untuk beriklan di media sosial?

Kapan waktu yang tepat untuk beriklan di media sosial?

  • Saat harus membangun audience dari nol

Sebab mengandalkan persebaran organik saja, berat kak! Lama pula! Iklan jadi salah satu cara agar makin cepat orang kenal merek kita.

  • Saat punya penawaran yang enggak mungkin ditolak

Pasang iklan apabila kita berniat flash sale 50%, atau beli 2 gratis barang ketiga, atau saat bikin sayembara/lomba.

  • Saat ingin menentukan segmen pasar

Katakanlah kita punya produk hijab dengan kualitas kain yang bagus dan model modern. Dengan beriklan di medsos, kita bisa menentukan segmen pasar yang ditarget, misalnya perempuan, usia 25 -45 tahun, tinggal di Jabodetabek dan Bandung.

Nah, kalau sudah pas waktunya, siapkan konten iklan yang sulit ditolak orang. Yaitu konten iklan yang membujuk dan bikin penasaran.

Konten iklan yang membujuk, tidak selalu iklan dengan tulisan-tulisan besar. Justru kalau model seperti ini lebih sering ditolak media sosial.

Konten iklan bisa dibuat dengan pendekatan storytelling alias cerita. Makin relevan dengan calon pembeli, makin bagus. Jika menyasar pasar milenial, resepnya pun khusus.

Kapan-kapan, kami akan share konten-konten iklan yang membujuk calon pembeli. Tapi kalau merasa kelamaan, dan butuh konten iklan dengan segera, coba kontak kami.

Siapa tahu kolaborasi kita bisa menguntungkan, ya.

Published by Sica Harum

Create content based on data. She has more than 10 years experiencing in journalism and digital content, specialized in narrative journalism.

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.