Tujuh Manfaat Menulis Kreatif

Yudho Raharjo
follow me

Yudho Raharjo

Head of PR & Communication at Arkea
Belajar Jurnalistik di Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Poitik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, kini melanjutkan studi magister Komunikasi Perusahaan di Universitas Paramadina, Jakarta. Berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagaiwartawan, penulis dan editor di berbagai media. Salah satu buku yang telah disunting berjudul “Menjaga Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa” karya Marsekal Purnawirawan Chappy Hakim.
Yudho Raharjo
follow me

Latest posts by Yudho Raharjo (see all)

Menulis  bisa jadi obat anti pikun. Bisa jadi katarsis, atau malah bisa jadi alat untuk membangun personal branding. Mana yang sesuai dengan kebutuhan kamu?

Menulis merupakan cara yang paling tepat untuk mengekspresikan diri.  Buktinya, berjuta-juta orang pengguna media sosial setiap hari menuliskan statusnya, baik di Facebook, Twitter maupun berbagai media sosial lainnya. Ada yang asal menulis, ada yang menulis kreatif. Tentu saja efeknya beda. Yang nulis sembarangan, cenderung mengundang bullying. Yang dipikirkan dengan baik, bisa membawa efek viral, yang tentu saja akan berimbas baik bagi penulisnya.

1

Berikut ini 7 manfaat menulis kreatif:

  1. Anti aging.
    Saat akan menulis kreatif, maka otak juga berpikir kreatif. Dengan begini, menulis kreatif bisa mengaktifkan kerja otak. Jauh-jauh deh ya dari pikun usia dini! Bahkan kata Fatima Mernissi, setiap goresan pena dapat menghilangkan satu keriput di kantung mata. Psikolog yang juga peneliti James Pennebaker juga membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan imunitas seseorang.
  2. Mengatasi trauma
    Melalui tulisan, seseorang dapat mengulang trauma di masa lalu sekaligus melupakannya. Bahkan tak jarang ada yang berhasil menertawakan traumanya karena setelah menulis ternyata berhasil menemukan hal-hal yang lucu dalam trauma yang menghantuinya.
  3. Menjernihkan pikiran
    Dengan menulis, kita dilatih untuk memetakan persoalan yang rumit. Seseorang juga dapat menyelesaikan masalah dengan pikiran yang tenang dengan menulis.
  4. Menjadi guru
    Sebuah adagium mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik. Nah, dengan menuliskan pengalaman melalui tulisan, kita dapat memberikan pelajaran bagi para pembaca. Tanpa perlu menggurui, seorang penulis dapat menuliskan pengalamannya baik berupa kesuksesan maupun kegagalannya sekalipun agar pembaca dapat menjadikannya pengalaman untuk bercermin.
  5. Agen perubahan (agent of change).
    Ide-ide yang dikemukakan melalui tulisan dapat mempengaruhi pemikiran pembaca. Tak berhenti di situ, tulisan juga akan membentuk opini publik. Para pembaca dan publik juga akan tergerak untuk melakukan apa yang disampaikan penulis di dalam tulisannya.
  6. Membangun Citra Diri (Self Image)
    Anda adalah apa yang anda tulis (you are what you write). Dengan menulis, orang lain sekaligus dunia akan mengetahui seperti apa jalan pikiran Anda. Selain itu, Anda juga dapat menampilkan karakter Anda seperti apa yang Anda kehendaki.
  7. Memecahkan Masalah
    Segala permasalahan bisa dilihat dengan kepala dingin dan pikiran tenang dengan memetakan dan menyederhanakan masalah sekaligus mencari solusinya dengan menulis.

Leave a Reply