The Writing Coach

Sica Harum

Sica Harum

CEO, Head of Content at Arkea
Create content based on data. She has more than 10 years experiencing in journalism and digital content, specialized in narrative journalism.
Sica Harum

Seorang life coach mendatangi kami. Ia bilang, butuh seorang writing coach. Coach ini andal sebagai konsultan kehidupan. Ia andal menunjukkan apa yang keliru dalam hidup klien-nya, tanpa si klien merasa dihakimi dan dipojokkan. Ia butuh berbagi, karenanya ia ingin menulis. Dan untuk menulis, ia butuh coach. A writing coach.    

 “Justru karena saya coach, saya mau bayar coach untuk hal yang belum saya tahu,” katanya.

 

pencils-762555_1280

Jadi, apa itu writing coach?

Menilik kamus Oxford,  coach diartikan sebagai “private teacher who gives someone lessons in a particular subject”.  Meski memungkinkan untuk belajar secara otodidak, tapi memiliki mentor biasanya memangkas waktu belajar.

Tentu saja, jangan bayangkan Anda akan diajari seabrek-abrek teori menulis. Tidak selalu ya. Seorang coach, pada praktiknya, akan memancing, menstimulus hal-hal yang sebetulnya sudah kita miliki dan kita ketahui, tapi terlewat untuk disampaikan. Atau bahkan kadang-kadang, kita enggak sadar pentingnya hal yang kita anggap ‘biasa’ itu.

Seorang coach juga akan diskusi bareng, mengolah ide bersama-sama, lalu membuatnya menjadi konkrit dalam bentuk rencana kerja.

Apakah harus punya writing coach?

Tidak selalu. Tapi kalau ingin mempercepat kurva belajar, silahkan saja meminta writing coach untuk mendampingi proses menulis. Pilih writing coach yang memang sesuai dengan kebutuhanmu. Kalau cita-citanya nulis fiksi, ya cari writing coach yang sudah menerbitkan buku fiksi. Tapi ingat, tidak semua penulis fiksi bisa dan mau jadi coach. Jangan maksa juga ya. Jika bercita-cita menulis buku non fiksi, minta contoh tulisan dari writing coach. Sesuai enggak dengan yang kamu cita-citakan.

startup-593341_1280

Jangan hire writing coach kalau… 

Kamu belum punya ide apapun untuk menulis. Percuma. Sebab jam-jam konsultasi tidak akan produktif. Yang ada nantinya akan sekadar katarsis. Sebaliknya, jika sudah ada ide dan Anda kebingungan menguraikannya menjadi nyata, sebaiknya punya coach. Dia akan melakukan riset awal, juga membantu memikirkan konsepnya.

Apa yang akan didapatkan bersama writing coach?

Program menulis. Ini cocok untuk yang merasa kurang disiplin dengan diri sendiri. Seorang coach juga akan menjad teman diskusi untuk menguji ide. Termasuk strategi konten yang disesuaikan dengan goal nulis buku (baca: Mau nulis buku? Jawab dulu 5W1H-nya)

Seorang coach juga akan menstimulasi gaya tulisan, berusaha agar si klien bisa memunculkan ‘suara asli’ nya sendiri. Berusaha membuat si klien menulis dengan passion.

Berapa lama idealnya bekerja bersama writing coach?

Harusnya, untuk sebuah naskah buku dengan ketebalan sekitar 200 halaman, tak lebih dari 3 bulan. Bahkan, jika sanggup intens, urusan ini bisa beres dalam 1-2 bulan. Semua itu kembali lagi pada ketersediaan waktu dan prioritas si penulis.

Profesi writing coach di Indoesia tidak populer dalam konteks profesional, namun pada praktiknya sudah lama ada dan dijalankan para wartawan senior, penulis ataupun editor. Salah satu writing coach paling berpengaruh di dunia, William Zinsser, baru saja meninggal pada 13 Mei 2015 di usianya yang ke-92.

Leave a Reply