Strategi Perusahaan B2B untuk Menarik Audiens di Media Sosial (1)

Sica Harum

Sica Harum

CEO, Head of Content at Arkea
Create content based on data. She has more than 10 years experiencing in journalism and digital content, specialized in narrative journalism.
Sica Harum

Dari semua media sosial yang populer, LinkedIn disebut-disebut sebagai platform paling pas bagi perusahaan B2B menebar pesona. Namun sejak 2015, Social Media Examiner menemukan bahwa semakin banyak B2B yang eksis di Facebook, Twiter, Google+, Youtube, Pinterest, dan Instagram. Apakah perusahaan Anda sudah menjadi salah satu diantaranya?

Atau masih berpikir perusahaan B2B tidak perlu eksis di media sosial?

Coba periksa perusahaan B2B dalam lingkup industri yang sama dengan perusahaan Anda. Cari yang terbaik, dan temukan bagaimana mereka bersuara di media sosial. Dari situ, mungkin Anda akan mendapatkan gambaran dan ide untuk memulai.

Atau, coba ambil ide dari lima contoh strategi inspiratif perusahaan B2B yang eksis di media sosial berikut ini.

 

Selalu jadi yang pertama

General Electric

General Electric selalu menempatkan diri sebagai early adopter bagi semua platform media sosial. Saat Snapchat (yang identik sebagai platform-nya ABG) merilis fitur Vine, GE sudah memanfaatkannya satu hari setelah peluncuran.

Ketika kemudian Instagram merilis Instagram Stories pada Agustus 2016, GE menayangkan eksplorasi di Gunung Api Masaya Nicaragua. Live. Ekslusif. Menegangkan.

Masih banyak perusahaan B2B yang lambat mengadopsi fitur baru media sosial karena khawatir atas konsekuensinya terhadap brand image.  Namun Belajar dari GE, tak ada salahnya mencoba fitur baru media sosial ketika masih ‘panas-panas’ nya sehingga lebih mudah menggiring ingatan publik kepada brand Anda.

 

Menampilkan budaya perusahaan

Intuit

Fokus media sosial ialah manusia. Jangan ragu menampilkan budaya perusahan yang kuat dan Anda banggakan. Platform paling tepat untuk kebutuhan ini ialah LinkedIn.

Contohnya Intuit yang menggunakan LinkedIn. Budaya perusahaan Intuit ialah menjunjung tinggi keberagaman demi meningkatkan jumlah partisipasi perempuan pekerja di bidang teknologi. Maka itu lah yang diceritakan di LinkedIn.

Jangan malu untuk berbagi pencapaian yang Anda raih, atau penghargaan lain di LinkedIn. Menampilkan budaya perusahaan di LinkedIn akan meningkatkan kepercayaan klien, sekaligus menjaring talenta baru yang punya kesamaan visi, misi, semangat sesuai budaya perusahaan Anda.

 

Ceritakan Konsumen Anda

Square

Sebagai penyedia aplikasi pembayaran, Square banyak berurusan dengan pelaku bisnis retail skala kecil menengah.  Square mengoptimalkan Instagram untuk menceritakan para pengguna jasa mereka, dengan foto yang indah dan teks yang menggugah.

Strategi ini mendatangkan keuntungan bagi dua pihak. Square mendapatkan konten untuk meningkatkan brand awareness, sekaligus memperluas pasar. Sedangkan klien mendapatkan promosi gratis.

 

Ceritakan pegawai Anda

Novartis

Kadang-kadang perusahaan B2B merasa gagap jika harus berbagi cerita di media sosial. Salah satu penyebabnya, banyak yang merasa konten mereka membosankan. Perusahaan B2B lebih terbiasa mengirim siaran pers ketimbang posting cerita di media sosial.

Namun, kita bisa mencontoh upaya perusahaan farmasi Novartis di laman Facebook.Mereka berbagi cerita personal para pegawai, yang diharapkan dapat menginspirasi audiens.

Selalu ada sisi manusiawi sebuah perusahaan B2B, dan itu layak diceritakan di media sosial.

 

User Generated Content

MAERSK

Mengajak audiens untuk berkontribusi konten dapat dilakukan perusahaan B2B untuk eksis di media sosial. Jika Anda ingin mencoba cara ini, gunakan hashtag, dan jangan lupa menyebutkan akreditasi. Contohnya, Maersk.

Sebagai perusahaan ekspedisi, Maersk mengajak siapapun berbagi foto jika mereka kebetulan melihat kapal-kapal Maersk mengakut peti-peti kemas. Hasilnya, foto-foto bidikan para pilot ataupun traveler, dengan angle menarik,dan latar belakang laut lepas, memenuhi akun mereka.

 

Cerita di Balik Layar

Sunnybrook Hospital, Kanada.

Tahun 2014, Sunnybrook Hospital pernah melakukan livetweet operasi bedah jantung salah satu pasien mereka, bertepatan dengan bulan kesadaran kesehatan jantung. Aksi ini mendapatkan perhatian audiens media sosial dan media.

Kini, semakin banyak pilihan fitur media sosial. Jika Anda punya cerita di balik layar yang memungkinkan untuk dibagi, silakan bereksperimen dengan fitur di media sosial.

 

Brand Awareness

Mailchimp

Media sosial merupakan platform yang tepat untuk membangun brand awareness sebuah perusahaan, baik B2B atau B2C. Untuk perusahaan B2B, optimalkan semua hal yang dapat menampilkan brand Anda. Kaos dengan desain unik? Atau mungkin mug? Atau bantal? Atau seperti yang dilakukan Mailchimp: menggunakan kucing bertopi brand mereka, lalu membagi fotonya di Instagram.

Kenapa kucing? Karena gambar kucing, dan alpukat, ialah dua gambar paling populer di Instagram.

 

Demikian 7 strategi perusahaan B2B untuk eksis di media sosial yang bisa menjadi inspirasi Anda. Bagian kedua dari tulisan ini akan kami terbitkan minggu depan. Follow Twitter @arkeaid untuk mendapatkan update artikel ini.

 

Leave a Reply