Serba Serbi Print On Demand

Josefa Arybowo

Josefa Arybowo

Literary enthusiast who put huge interest in music and photography. Black coffee, pencil, and notebook are her inseparable companions.
Josefa Arybowo

Latest posts by Josefa Arybowo (see all)

Tidak semua penulis ingin menerbitkan buku dalam jumlah yang besar. Mungkin Anda adalah salah satunya. Alasannya bisa macam-macam: modal yang terbatas, masih ragu untuk terjun ke pasar, ingin bukunya hadir secara eksklusif dan terbatas, atau bermaksud membuat buku sebatas sebagai cinderamata. Bagi penerbit, menerbitkan buku dalam jumlah yang besar juga merupakan sebuah pertaruhan tersendiri. Menerbitkan buku dari penulis dengan nama besar pun belum tentu memiliki keberhasilan penjualan di pasar.

Hal-hal yang tampaknya klise tetapi menjadi kendala yang nyata dalam dunia penerbitan.

Teknologi percetakan konvensional mungkin tidak selalu mampu memenuhi keraguan-keraguan penulis dan penerbit seperti itu. Pada sistem offset atau letter press, angka yang masuk akal secara ekonomi hanya bisa didapatkan jika seorang penulis mau mencetak bukunya setidaknya 1.000 eksemplar sekaligus. Semakin banyak tentu semakin murah. Namun, untuk mencetak buku sebanyak itu sekaligus, biaya dan waktu yang diperlukan pun tidak sedikit. Alih-alih ingin berhemat, mencetak buku dalam jumlah yang sedikit hanya akan membuat biaya produksi melambung. Akibatnya, harga buku menjadi sangat mahal dan tidak wajar. Inilah yang sering menjadi kendala bagi penerbit maupun penulisnya sendiri.

Namun, teknologi terus berkembang bukan?

Kita patut berterima kasih pada kehadiran teknologi digital printing yang telah memberi alternatif baru bagi dunia percetakan. Dengan semakin berkembangnya teknologi ini, mencetak buku dalam jumlah sedikit dengan kualitas baik bukan hal yang sulit. Siapa pun bisa melakukannya. Dari sinilah ide mengenai pencetakan buku dengan jumlah kecil atau sesuai permintaan—yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan sistem print on demand atau POD—muncul.

Tentu hal ini adalah ide yang brilian. Bagaimana pun juga, buku merupakan produk bisnis yang memiliki hitung-hitungan untung rugi. Kehadiran digital printing yang bisa mencetak buku dalam jumlah satuan menjawab keraguan untuk menerbitkan buku-buku bagus yang tidak “menurut” atau tidak menjadi favorit pasar. Para penulis yang menerbitkan buku secara independen pun sangat terbantu dengan adanya hal ini, karena tidak membutuhkan modal yang sangat besar. Itu sebabnya, ketika ide print on demand mulai dilirik oleh industri penerbitan skala kecil dan menengah, secara perlahan hal ini telah memunculkan sebuah era baru dalam produksi buku, bahkan untuk distribusi buku.

Sistem POD memungkinkan para penerbit untuk menghindari kerugian atau hal-hal yang sulit diperkirakan pada umumnya. Pada umumnya, penerbit hanya mencetak buku dalam jumlah sedikit untuk melihat respons pembaca. Hal ini tentu saja menguntungkan, baik bagi penerbit maupun penulis. POD juga tidak melibatkan skala ekonomi besar, gudang besar untuk penyimpanan stok, pengiriman berbagai tahap produksi dari satu bagian dari negara lain. POD adalah sebuah sistem distribusi mandiri. Penulis atau penerbut menentukan sendiri berapa banyak buku yang dicetak, kapan, dan di mana buku-buku ini akan dikirim atau dijual.

Lalu , sebenarnya POD adalah teknologi pencetakan atau metode distribusi?

Print on demand adalah metode distribusi buku yang dimungkinkan oleh, dan tidak dapat dipisahkan dari, digital printing. Sistem POD juga memerlukan dukungan dari kehadiran toko-toko buku online.

Dengan sistem yang berkesinambungan ini, buku yang dicetak hanya sesuai permintaan dan kebutuhan. Penerbit jelas mendapatkan keuntungan dari sini karena tidak perlu lagi memikirkan kebutuhan untuk menjaga buku di persediaan pasar, mengurangi investasi yang dibutuhkan, dan yang terpenting adalah menghilangkan limbah dan biaya ribuan buku yang tidak terjual.

Akan tetapi, apakah digital printing dan POD akan menggeser offset? Rasa-rasanya hal ini masih menjadi pertanyaan kita bersama hingga beberapa tahun ke depan.

Leave a Reply