Penerbit Berbayar? Apa Tuh?

Josefa Arybowo

Josefa Arybowo

Literary enthusiast who put huge interest in music and photography. Black coffee, pencil, and notebook are her inseparable companions.
Josefa Arybowo

Latest posts by Josefa Arybowo (see all)

Kalau ada yang menyebut “vanity publisher” atau “vanity press”, Anda mungkin langsung bertanya-tanya, “Apa tuh?”

Penerbit berbayar, atau biasa disebut vanity press, merupakan penerbit yang menerbitkan buku sesuai dengan kesepakatan antara penerbit dan penulis yang berisi tentang tugas dan kewajiban masing-masing. Misalnya begini, Pak Budi ingin menerbitkan buku novel. Namun, karena Pak Budi masih merupakan pemain baru di dunia penulisan, naskah yang ia kirimkan ke berbagai penerbit besar masih ditolak. Pak Budi kemudian mendapatkan informasi tentang penerbit berbayar, yaitu perusahan ABC. Perusahaan ABC bersedia menerbitkan naskah yang telah Pak Budi tulis sebanyak 100 eksemplar dengan biaya yang disesuaikan dengan anggaran Pak Budi. Namun, Pak Budi harus menambah biaya lagi untuk promosi dan kegiatan terkait pemasaran lainnya. Tugas penerbit hanya terbatas menerbitkan buku saja.

bookshelf-846984_1280

Penerbit yang memiliki sistem vanity publishing ini akan selalu mencetak naskah apa pun yang ingin dicetak, cukup dengan penyuntingan dan tata letak yang sederhana, tanpa memerlukan seleksi yang ketat seperti yang dilakukan oleh penerbit besar. Hal inilah yang membuat orang-orang yang ingin menerbitkan buku melihat vanity press sebagai jalan keluar mereka, meskipun secara kualitas kurang bisa dibandingkan dengan penerbit besar. Keuntungan yang didapatkan oleh vanity press didapatkan dari biaya penyuntingan, desain tata letak, dan ongkos produksi.

Lalu apa bedanya vanity press dengan self-publishing?

Self-publishing adalah sebuah sistem ketika penulis menangani semua aspek produksi dan pemasaran secara mandiri, termasuk mengurus ISBN dan promosi. Penulis tidak memberikan atau membebani hak penerbitan dengan cara apa pun. Namun, adakalanya penulis dibantu orang lain dalam menjalankan penerbit mandirinya. Pada situasi ini, penulis menetapkan harga sendiri untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Pihak yang membantu penulis menutup biaya produksi pada titik penjualan sehingga dapat menjaga potongan keuntungan.

Lain halnya dengan vanity press, penerbit biasanya diminta membayarkan biaya di muka dan menyanggupi layanan print-on-demand dan pencetakan jangka pendek. Namun, penulis memberikan hak penerbitan, termasuk ISBN, kepada penerbit yang ditunjuk. Untuk skala sangat kecil, hal ini akan sangat membantu, tetapi tidak bagi penulis yang ingin mencetak buku secara berkesinambungan.

Leave a Reply