Membesarkan Bisnis Lewat Buku

Sica Harum

Sica Harum

CEO, Head of Content at Arkea
Create content based on data. She has more than 10 years experiencing in journalism and digital content, specialized in narrative journalism.
Sica Harum

Beberapa bulan yang lalu, sebuah produk makanan ringan meluncurkan buku bertema kesehatan. Lebih spesifik lagi, tentang diabetes.

Produk tersebut memang produk tanpa gula dan pemanis buatan. Sehingga tepat buku itu menjadi penguat branding sang produk.

Sudah lama para pengusaha menyadari pentingnya menerbitkan buku untuk membesarkan bisnis mereka. Hanya saja, banyak yang masih buta. Apakah harus diterbitkan penerbit besar? Atau bisa diterbitkan dengan cara self publishing. Buat yang masih bingung, lima pertanyaan ini bisa membantu memutuskan:

Apakah Anda dikejar waktu?

Biasanya, buku untuk kebutuhan bisnis dibarengi dengan momen-momen tertentu. Misalnya, peluncuran produk, ulang tahun perusahaan, IPO atau pencapaian milestone lain. Jika terburu waktu, biasanya penyedia jasa self publishing berbayar lebih fleksibel dan bisa ‘cepat’. Yang penting, tetap dilakukan kurasi konten dan Quality Conttrol yang baik.

Apakah buku membutuhkan prestise sebuah penerbit komersial?

Jika bisnis Anda butuh ‘didongkrak’ prestise nama penerbit komersial yang besar, maka pilihan self publishing tidak terlalu menarik. Meski begitu, semua buku pada dasarnya bisa masuk ke toko buku, baik yang diterbitkan penerbit besar ataupun self publishing.

Seberapa besar pembaca potensial Anda?

Kalau buku Anda bicara tentang hal-hal umum yang banyak dicari orang, ajukan saja ke penerbit besar. Seperti layaknya ‘venture capitalist‘, penerbit besar akan berinvestasi pada naskah yang mungkin akan dibutuhkan dan disukai orang banyak. Jika Anda menyasar target pembaca spesifik, maka penerbitan mandiri lebih menarik untuk dijajaki. Apalagi jika sudah punya komunitas sendiri.

Siap modal seberapa besar?

Jika Anda punya naskah dengan potensi pembaca tinggi, biasanya penerbit komersial akan mengakuisisi naskah. Namun, di Indonesia, penerbit besar pun memberlakukan sistem co publishing. Artinya, mereka akan menerbitkan dengan syarat si penulis membeli buku minimal 1000 exp, misalnya. Harga yang diberikan kepada penulis, biasanya diskon 30-35%. Syarat ini biasanya diterapkan untuk naskah yang menyasar pembaca spesifik.

Bekerja sama dengan penerbitan mandiri, dengan modal yang sama sudah bisa dioptimalkan tak sekadar produksi. Tapi juga promosi dan kehumasan.

Sudah ada kontennya?

Butuh membesarkan bisnis tapi belum punya draf naskah? Bisa saja Anda mencari penulis freelance lalu menawarkan naskah itu ke penerbit besar.  Namun, ada publishing house yang juga menyediakan resources. Mulai dari penggodokan ide sampai penulisnya. Jika menerbitkan buku dimaksudkan untuk membesarkan bisnis, ada baiknya upaya ‘customized‘ ini dikerjakan sejak tahap awal. Biasanya, layanan seperti ini tak disediakan penerbit besar.

Leave a Reply