Masih Pentingkah Resensi Buku?

Josefa Arybowo

Josefa Arybowo

Literary enthusiast who put huge interest in music and photography. Black coffee, pencil, and notebook are her inseparable companions.
Josefa Arybowo

Latest posts by Josefa Arybowo (see all)

Apa yang biasanya menjadi pertimbangan Anda dalam membeli buku?

Banyak penggemar buku biasanya mengandalkan rekomendasi. Entah rekomendasi dari teman, rekomendasi di internet, media sosial, majalah, koran, bahkan di etalase toko buku sekalipun. Rekomendasi adalah salah satu alat ampuh untuk mempromosikan sebuah buku yang telah terbit. Lebih tepatnya, untuk beberapa situasi, menyosialisasikan.

girl-791177_1280

Bentuk rekomendasi yang pernah—dan tampaknya masih—dianggap jitu untuk menyosialisasikan sebuah buku adalah resensi. Namun, seiring perkembangan, tren rekomendasi di media-media masa kini cenderung menampilkan beberapa pilihan buku dengan sinopsis singkat. Tidak banyak lagi media yang merekomendasikan buku dalam bentuk resensi. Bisa jadi, hal ini didasari oleh perubahan kebiasaan membaca masyarakat kita.

Resensi sejatinya adalah ulasan atas sebuah judul buku yang dilakukan oleh seseorang yang sudah membaca dan dapat menangkap isi buku tersebut, serta menilai serta mengkritiknya dalam bentuk tulisan yang dimuat di media. Tujuan utamanya adalah agar orang lain yang belum membaca sebuah buku tertarik untuk membaca dan lebih memahami isi buku. Terkadang, ada jenis pembaca yang tidak ingin membeli sebuah buku apabila belum paham isi buku tersebut. Endorsement dan sinopsis yang terdapat di lidah atau sampul belakang buku biasanya kurang cukup meyakinkan pembaca untuk benar-benar mau membeli buku.

Baik resensi dan endorsement adalah rekomendasi. Namun, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara keduanya. Endorsement pada sampul belakang suatu buku pada umumnya ditulis oleh orang-orang yang dekat atau dianggap dekat dengan penulis atau tim penerbit buku. Sebaliknya resensi buku ditulis oleh seseorang yang tidak ada hubungannya dengan buku tersebut—kritikus buku termasuk yang paling sering menulis ini juga—sehingga diharapkan lebih objektif dalam berpendapat.

Lalu, masih pentingkah sebenarnya keberadaan resensi buku? Sesungguhnya ya.

Sama halnya dengan kritik buku yang biasa dikonsumsi oleh kalangan akademisi, resensi merupakan ulasan penting; jauh lebih penting jika dibandingkan dengan ulasan rekomendasi singkat. Resensi yang baik tidak hanya menuliskan sinopsis, tetapi juga menampilkan kepengarangan atau profil penulis dan keunggulan-keunggulan yang ada di dalam buku. Itu sebabnya, resensi tidak hanya berpotensi meningkatkan angka penjualan buku, tetapi secara pasti akan meningkatkan nilai atau value dari buku dan penulisnya. Apalagi jika penulis resensinya adalah seorang yang dipandang kredibel, atau resensi tersebut dimuat di media yang mendapat sorotan masyarakat. Namun, tidak jarang resensi juga menuliskan kelemahan buku, yang tentu saja akan berpengaruh pada pertimbangan pembaca terhadap suatu buku. Hal ini sah-sah aja, sebab resensi merupakan pendapat terbuka dari masyarakat umum.

Nah, sudah siapkah buku Anda mendapat resensi?

Leave a Reply