Airbnbmag, Cara Airbnb Mengolah Data jadi Cerita

Sica Harum

Sica Harum

CEO, Head of Content at Arkea
Create content based on data. She has more than 10 years experiencing in journalism and digital content, specialized in narrative journalism.
Sica Harum

Airbnb, penyedia layanan berbagi kamar, mengolah data pelanggan mereka sebagai bagian strategi konten. Wujudnya: sebuah majalah perjalanan. Majalah itu penuh dengan konten wisata berdasarkan data dari milyaran penggunanya.

Ya, Anda tak salah baca.

Airbnb betul-betul menerbitkan majalah hanya dalam format cetak saja.

 

Edisi pertama Airbnb yang bakal tersedia di lapak-lapak di sejumlah kota di Amerika Serikat mulai 23 Mei ini mengangkat banyak kisah perjalanan, dengan feautures utama: Havana.

“Kami tahu berapa banyak orang yang mencari kamar menginap di Havana, Detroit, ataupun Tokyo. Kami tahu berapa banyak orang yang ingin pergi ke sana, berdasarkan tanggal pencarian,” ujar Brian Chesky, Chief Executive Airbnb Inc, seperti dikutip dari The Wall Street Journal, 4 Mei 2017.

Data memudahkan editor untuk menentukan arah konten, sekaligus berpotensi menggenjot pencarian kamar Airbnb. Ya, Airbnbmag menjadi sebuah majalah perjalanan yang penuh konten pemasaran

Majalah, untuk konten-konten wisata yang penuh visualisasi indah, memang masih menjanjikan. Hal ini juga masih berlaku bagi produk fesyen yang membuat katalog produk dalam bentuk majalah.   Itu lah kenapa, bermodalkan konten visual yang indah, bridestory.com juga meluncurkan majalah bridestory.

Edisi perdana yang menarik pemasang iklan

Airbnbmag tidak dijalankan tunggal oleh Airbnb. Majalah itu merupakan bisnis patungan antara Airbnb dan Hearst Magazines.  Kepada The Wall Street Journal, Chesky menyebut tujuan penerbitan ini ialah meningkatkan brand awareness bagi Airbnb. Namun, Joanna Coles, Chief Content Officer Hearst Magazine tak terlalu sepakat.

“I want to make money,” katanya tegas.

Telah disiapkan 350 ribu eksemplar Airbnbmag yang akan didistribusikan di kota-kota di Amerika Serikat, dan sedikit area London. Sebanyak 50 ribu eksemplar dijual di bandara, toko buku, supermarket, serta lapak-lapak koran, dengan harga USD3,95 saja.

Adapun 200 ribu eksemplar diberikan gratis ke sejumlah host Airbnb dan penyewa aktif. Sisanya, yaitu 100 ribu eksemplar dikirim kepada pelanggan Hearts yang pernah menyewa kamar Airbnb. Misalnya, pelanggan Esquire yang pernah menggunakan layanan Airbnb akan mendapatkan Airbnbmag sebagai komplemen.

Hearts Magazines, sebelumnya pernah menggarap penerbitan majalah dengan konsep patungan serupa. Dimulai dengan O, majalah milik Oprah Winfrey, hingga Food Network Magazine dan HGTV Magazine.

Kini, dengan tiras majalah Airbnbmag mencapai 350 ribu eksemplar, dan jangkauan Airbnb di seluruh dunia, keinginan Joanna Coles untuk “make money” sangat beralasan. Bayangkan berapa besar belanja iklan untuk konten dengan target sudah semakin mengerucut dan dekat dengan target audiens yang disasar?

Untuk edisi perdana, Hearts mengklaim telah mendapatkan banyak pengiklan besar yang sudah membayar lunas, diikuti pengiklan yang belum pernah beriklan sebelumnya di majalah-majalah terbitan mereka. Namun ia menolak menyebutkan besarannya.

Sementara itu, pengiklan di industri majalah sedang turun-turunnya. Jaringan penerbit besar Time Inc, misalnya, melaporkan penurunan omzet dari iklan sebesar 9% pada 2016, diikuti dengan turunnya pendapatan dari sirklulasi majalah, turun sebesar 9%.

Meski begitu, Direktur Penerbitan Hearts Michael Clinton mengekspresikan rasa percaya diri tinggi.

Bisa jadi,  Clinton tak sekadar ke-pede-an. Bagaimanapun juga, konten majalah Airbnbmag merefleksikan komunitas berjumlah lebih dari 100 juta orang (berdasarkan data yang dirilis Forbes tahun 2016). Berbekal data itu, sangat mudah untuk diketahui tingginya minat warga AS untuk bepergian ke Kuba. Adapun di sana, sudah tersedia 19 ribu host yang siap menerima para tamu.

Data, tak cuma menjadi bagian strategi konten Airbnbmag. Tapi juga menjadi bagian dari distribusi majalah yang hanya tersedia dalam format cetak itu.  Data menentukan di kota mana saja majalah-majalah itu didistribusikan.

Bagaimana dengan data konsumen yang Anda punya? Sudahkah dioptimalkan?

Oh ya, bicara tentang data, hati-hati. Saat ini serangan ransomware wannacry sedang merajalela. Khusus untuk isu ini, silakan baca: How to protect yourself against wannacry

Happy monday!

Leave a Reply