Lebih Jauh Mengenal Proses “Editing”

Josefa Arybowo

Josefa Arybowo

Literary enthusiast who put huge interest in music and photography. Black coffee, pencil, and notebook are her inseparable companions.
Josefa Arybowo

Latest posts by Josefa Arybowo (see all)

Dalam artikel sebelumnya, kami pernah berbagi mengenai pentingnya penyuntingan atau editing dalam proses penerbitan buku. Hampir semua penulis yang telah melahirkan karya besar mengakui, penyuntingan sangat diperlukan untuk menguji sekaligus memperbaiki kualitas sebuah tulisan. Penyuntingan juga menjadi cara tercepat untuk memberikan kesan kepada pembaca bahwa Anda adalah seorang penulis yang profesional.

Kebanyakan penulis cenderung berpikir bahwa penyuntingan sudah mencakup semua aktivitas untuk menyesuaikan atau memperbaiki naskah. Padahal, dalam penerbitan, ada berbagai jenis dan tahap penyuntingan. Mungkin ada di antara Anda yang pernah mendengar istilah proofreading atau copy editing. Hal ini bisa dilakukan oleh orang yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda, yang kadang-kadang memakan banyak waktu.

Lalu apa saja tahapan editing? Dan apakah editing berbeda dari proofreading?

Berikut ulasannya.

  1. Proofreading
  2. 7634010092_d4a17a5d22_bProofreading adalah jenis penyuntingan yang paling lazim diketahui, sekaligus paling diidentikkan dengan “penyuntingan” itu sendiri. Proofreading melibatkan koreksi terhadap tata bahasa, ejaan, tanda baca, kapitalisasi, serta koreksi atas penggunaan kata, partikel, atau bentuk kata kerja yang kurang tepat.

    Dalam dunia penerbitan, proofreading sebenarnya merupakan tahapan terakhir dari proses penyuntingan secara keseluruhan, sebelum naskah dikirim ke percetakan. Setelah naskah Anda telah melewati tahap proofreading, paling tidak buku Anda telah “nyaman dilihat” secara teknis.

  3. Line Editing
  4. Sedikit berbeda dengan proofreading, line editing tidak sekadar memeriksa kata per kata, melainkan juga memeriksa proses penuturan yang tertuang pada kalimat dan paragraf.

    Mungkin sebagai penulis yang teliti, Anda terbebas dari kesalahan ketik atau tata bahasa. Namun, apakah Anda menggunakan kata-kata yang tidak perlu? Apakah kalimat Anda “mengalir” dengan baik dan mudah diterima oleh pembaca? Apakah Anda terlalu mengulang-ulang ide yang sama di beberapa paragraf? Apakah setiap paragrafnya berkesinambungan satu sama lain? Di sinilah line editing bekerja. Tahapan ini akan memangkas segala hal yang akan menghambat aliran cerita naskah Anda sekaligus membuat tulisan Anda menjadi lebih dimengerti oleh berbagai pembaca.

    InsightSlider-OpenBook_001

  5. Copy Editing
  6. Tahapan ini—copy editing—sekilas agak mirip dan sedikit tumpang tindih dengan proses proofreading dan line editing. Sebagian editor menyebutkan bahwa copy editing merupakan tahapan yang sama dengan line editing.

    Walau demikian, fungsi copy editing tidak sekadar mencari kesalahan tanda baca dan tata bahasa. Seorang copy editor juga akan mencari hal-hal, yang mungkin tidak memiliki kesalahan, tetapi tidak sesuai dengan panduan gaya yang selaras dengan visi misi penerbit. Selain itu, jika dalam satu buku terdapat beberapa penulis sekaligus, copy editing berfungsi untuk menyelaraskan gaya agar tidak terlalu timpang antara satu penulis dengan penulis lainnya. Namun, biasanya ini dilakukan di majalah atau koran.

  7. Developmental Editing
  8. Yang terakhir, developmental editing. Inilah proses ketika seorang penulis akan banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi dengan editornya. Dalam proses penyusunan buku, developmental editing bisa jadi merupakan tahapan “paling berat” sekaligus paling menantang.

    Seorang editor mungkin saja akan menghapus adegan, menghilangkan karakter, merekomendasikan pengembangan karakter lebih lanjut, atau memindahkan mereka dari satu bab ke bab yang lain. Bahkan bisa jadi, seorang editor akan menyuruh si penulis untuk menulis ulang beberapa atau seluruh bagian dari tulisannya. Dengan proses “sekejam” ini, bisa Anda bayangkan bukan, seberapa sering seorang editor dan penulis akan berdebat?

    Namun, tentu saja, tujuan utama proses developmental editing ini adalah untuk meningkatkan kualitas sebuah buku dan penulisnya sendiri. Ini adalah jenis dan tahap penyuntingan yang paling tepat bagi para penulis pemula yang masih membutuhkan banyak bantuan dengan tulisan mereka.

     

    Penyuntingan adalah proses yang berdarah-darah. Kadang, penulis menyerah melalui proses ini, tetapi mereka yang melampauinya akan mendapatkan hasil yang nyata.

One thought on “Lebih Jauh Mengenal Proses “Editing”

  1. Nurhasanah Reply

    Terimakasih. Saya sedang belajar matakuliah editing dan penuuntingan. Mohon referensi bahan atau materi lain dong dan referensi buku. Salam.

Leave a Reply