Kekuatan Kenangan

Arkea Story

Arkea Story

Focusing on writing services, pre press & printing, media services and publishing services, we elevate your brand by your own stories.
Arkea Story

 

Taylor Swift pernah ‘dituduh’ sengaja bergonta-ganti pacar agar punya banyak pengalaman romansa untuk ia tulis menjadi lagu. Bukannya mengelak, penyanyi populer itu  justru bangga mengaku, kenangan bersama para mantan lah yang menjadi modalnya menulis.

“It is the power of memory that gives rise to the power of imagination.”
– Akira Kurosawa

Pendapat Akira sebenarnya tidak berlebihan. Para peneliti dari Harvard University dan University College London seperti dikutip Wallstreet Journal menyatakan telah membuat langkah-langkah bagaimana kenangan dapat membantu seseorang menggambarkan situasi mental secara personal dan membayangkan bagaimana orang tersebut akan bertingkah laku pada situasi di masa depan. Kemampuan untuk mengolah kenangan ternyata berkaitan erat dengan kreativitas dan daya imajinasi.

Banyak karya-karya fenomenal dari penulis, pembuat film hingga musisi yang ternyata berdasarkan kenangan mendalam akan sesuatu. Kebanyakan justru terinspirasi dari kenangan pahit dan tidak mengenakkan. Karya-karya Raditya Dika misalnya, bisa menjadi contoh nyata bagaimana memori kehidupannya bisa ia ubah menjadi karya best seller baik itu blogging, buku, vlogging hingga film.

Mengingat kenangan mendalam yang melekat pada diri seseorang pada dasarnya akan memengaruhi setiap putusan dan cara kita berperilaku. Kenangan membentuk seseorang baik secara intelektual maupun emosional. Tanpa gabungan kenangan, akan sulit mendeskripsikan diri seseorang. Orang yang menderita amnesia parah dan tak dapat mengingat apapun akan hidupnya akan menjadi orang asing bagi dirinya sendiri. Mengerikan bukan?

Karya Bernadetta Aryani, “Buat Bung” bisa menjadi salah satu bentuk menjadikan kenangan sebagai kekuatan menulis. Detta, begitu biasa ia akrab dipanggil, mengakui karyanya itu tercipta karena alasan sederhana saja, memorinya terlalu penuh menampung kenangan. Ia pun meyakini bahwa berbagi kenangan dengan menulis buku dapat menjadi terapi tersendiri, baik bagi yang menulis maupun yang membacanya.

“Saat orang patah hati, banyak yang merasa hanya ia yang mengalaminya, merasa sendirian. Padahal semua orang memiliki pengalaman sakit hati yang sama, refleksi kenangan yang sama. You’re not alone,”

-Detta Ariyani

 

Lelang Kenangan

Kekuatan kenangan ternyata juga bisa ditunjukkan dalam bentuk nyata untuk menghidupkan gerakan sosial. Perspektif ini terungkap jelas pada bincang-bincang santai antara NyonyaBuku, Komunitas Light of Women bersama Bernadetta Dyah Aryani. Buku yang dituliskan Detta menyadarkan tim dari NyonyaBuku tak jarang kenangan mendalam melekat pada sebuah benda. Saat itu berupa pengalaman yang tidak mengenakkan, benda itu pun ikut teronggok bersama usaha sang pemilik mengubur kenangannya dalam-dalam.

Padahal bagi orang lain benda-benda ini bisa jadi begitu berguna. Pun uang hasil penjualannya bisa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial yang ada. Misalnya saja kegiatan sosial yang diusung LoW, yakni memberikan pelatihan keahlian bagi ibu rumah tangga yang tak mampu.

Gerakan yang akan diberi tajuk “LelangKenangan Project” ini hanya salah satu contoh kecil kekuatan kenangan yang perlu dielaborasi. Agar tak ada lagi pengambinghitaman kenangan atas kekacauan hidup seseorang. Anda tinggal memilih menjadikan kenangan sebagai trauma atau kekuatan berkarya.

Leave a Reply