Dari Blog Jadi Buku, Dari Maya Jadi Nyata

Josefa Arybowo

Josefa Arybowo

Literary enthusiast who put huge interest in music and photography. Black coffee, pencil, and notebook are her inseparable companions.
Josefa Arybowo

Latest posts by Josefa Arybowo (see all)

“Kamu suka nulis di blog? Kenapa gak sekalian nulis buku aja?”

Bagi mereka yang aktif di blog, pertanyaan seperti ini pasti sangat familiar. Pernah mendapat pertanyaan yang sama?

Ide menulis sebuah buku yang utuh kadang-kadang bisa sangat menakutkan. Takut tidak ada waktu untuk menulis, takut tidak bisa menyelesaikan padahal sudah setengah jalan, takut tidak bisa membuat buku yang bagus, takut tidak bisa menyediakan modal, dan takut-takut yang lain. Berbeda dengan menulis di blog, Anda tidak menemukan ketakutan-ketakutan tersebut. Menulis di blog terasa sangat ringan dan tidak membebani. Kita bisa menulis di mana saja, dengan topik apa saja—termasuk yang sangat ringan sekalipun. Blog sedekat buku catatan yang bisa Anda tulis kapan pun Anda suka.

computer-with-book-pages-iStock_000016630947Small

Walau begitu, jika Anda sudah blogging selama beberapa bulan atau bahkan tahunan dan cukup aktif mengunggah post di blog Anda, semua tulisan di sana mungkin sudah cukup untuk mengisi sebuah buku. Buku sungguhan. Mengapa tidak mencobanya?

Mengubah blog menjadi sebuah buku adalah pilihan alternatif yang sering dicoba oleh penulis pemula; dan semakin populer dari hari ke hari.

Jika mengintip sedikit ke dalam industri perbukuan, Anda bisa menemukan banyak pihak yang menyediakan layanan-layanan untuk memindahkan blog Anda ke dalam buku. Sudah banyak penulis sukses lahir dari cara ini; di Indonesia, salah satunya adalah Raditya Dika.

Tentu ada proses-proses yang harus dilalui untuk membuat buku yang materinya adalah blog. Anda tetap harus melalui proses kurasi, sebab tidak semua post di dalam blog Anda “layak” untuk masuk buku. Tidak jarang, Anda perlu membuat tambahan tulisan agar post tersebut bisa menjadi materi pula. Anda juga perlu melakukan penyuntingan agar kumpulan cerita dalam blog Anda bisa mengalir lancar di dalam satu buku. Dan yang terpenting, Anda perlu menyusun tata letak dan sampul buku semenarik mungkin. Tenang saja, Anda bisa meminta bantuan orang lain untuk melakukannya.

Terlepas dari segala proses yang mau tidak mau harus dilalui, membuat buku sangat mudah dan tidak terlalu mahal.

Apalagi dengan kemudahan yang ditawarkan self-publishing serta kehadirkan teknologi e-book dan print-on-demand. Di internet pun, banyak plug-in dan aplikasi yang memudahkan Anda untuk merealisasikan impian Anda membuat buku. Tidak heran jika banyak blogger banyak yang tertarik untuk mencobanya; Anda pun.

Berikut ini adalah tiga alasan lain mengapa Anda mungkin akan ingin dan perlu mengubah blog Anda menjadi sebuah buku.

    1. Buku Menjangkau Jenis Pembaca yang Berbeda

Hanoi-host-book-readingTidak semua orang membaca blog. Meskipun internet sudah sedemikian mudah dijangkau dan telah begitu dekat dengan keseharian, tidak semua orang nyaman dengan teknologi. Bisa juga, mereka hanya memiliki akses internet di tempat kerja, atau mereka memang hanya suka membaca dalam format buku yang dicetak.

Dengan mengubah blog menjadi buku, Anda dapat menjangkau jenis pembaca yang seperti ini. Di sisi lain, mereka juga berpotensi menjadi sarana untuk mempromosikan blog Anda.

    1. Buku Memiliki Kredibilitas Tertentu

Meskipun era digital telah memberikan bentuk dan cara baru bagi industri perbukuan, buku cetak tetap memiliki kredibilitas tertentu yang berpengaruh di masyarakat umum. Apalagi jika Anda dapat mendistribusikannya ke toko buku. Paling tidak, Anda telah memiliki karya dengan rekam jejak yang dapat dilacak dengan pasti, dan dapat memberikan kesan tertentu pada kolega.

Selain itu, seperti yang disebutkan di atas, mengubah blog menjadi sebuah buku pasti melewati proses kurasi. Pastinya, post-post terbaik Anda lah yang masuk ke dalam buku. Itu artinya, buku membantu Anda mendokumentasikan karya terbaik yang selama ini terselip di antara karya yang lain.

    1. Buku Memberikan “Pemasukan”

Tidak bisa dimungkiri, buku yang dijual ke publik akan memberikan Anda pemasukan dalam bentuk royalti atau uang. Hal ini adalah yang belum tentu bisa Anda dapatkan dari blog. Meskipun hal ini belum tentu menjadi prioritas bagi setiap penulis, bukankah menyenangkan, ketika Anda bisa berbagi sekaligus mendapatkan?

 

Jika Anda berniat untuk mencetak blog Anda, ayo lakukan sekarang! Dan mengapa tidak berbagi dengan kami mengenai keinginan Anda itu di kolom komen di samping?

Leave a Reply