Saat Bisnis Terpuruk, Gunakan Check List ini untuk Menyusun Strategi Konten

Sica Harum

Sica Harum

CEO, Head of Content at Arkea
Create content based on data. She has more than 10 years experiencing in journalism and digital content, specialized in narrative journalism.
Sica Harum

Dunia bisnis kian gaduh dan kompetitif. Saat kita merasa bisnis tengah surut, ada beberapa penyebab. Salah satunya, brand Anda tak cukup kuat diingat.

Sejauh apa brand Anda dikenal publik?

Apapun skala bisnis Anda -UMKM hingga korporasi- butuh untuk terlihat dan diingat audiens yang tepat. Jangan panik dulu jika merasa bisnis Anda kurang dikenal. Jangan sampai Anda membabi buta menjajal semua cara beriklan, atau jor-joran membuat konten sampai 10 posting blog per hari.

Daripada panik, lebih baik Anda mulai bertanya:
Kenapa target pasar Anda belum mengetahui produk dan layanan Anda?

Selanjutnya, temukan jawaban atas 10 daftar pertanyaan berikut ini.

1. Lihat kembali produk dan layanan bisnis kita. Apakah itu betul-betul membuat orang ingin membelinya dan membicarakannya?

Agar lebih jelas terlihat, buat daftar semua fitur produk dan layanan bisnis. Tulis kelebihannya, dan jangan lupa tulis juga hal-hal yang bisa diperbaiki.

2. Siapakah sesungguhnya yang menjadi pasar ideal bisnis kita? Perempuan? Lelaki? Apa pekerjaan mereka? Apa kebiasaan mereka?

Menarget pasar sebatas ses kelas menengah ke atas, ialah cara yang naif. Apalagi jika Anda tak punya banyak sumber daya untuk menyasar pasar seluas itu. Seth Godin, ataupun Geoffrey Moore sama-sama mengingkatkan, cari lah dulu ceruk di pasar yang spesifik, baru meluas tahap demi tahap.

3. Di mana mereka bisa ditemui, baik offline ataupun online?

Jika Anda tahu dimana mereka mudah ditemui, maka pastikan Anda selalu terlihat, sekaligus siap berkontribusi di kerumunan itu. Luangkan waktu untuk hadir di komunitas yang tepat. Siapkan “kehadiran” Anda di jejaring media sosial atau media online lainnya yang sesuai.

 

4. Apa yang membuat mereka mau membeli produk dan layanan bisnis kita?

Apakah karena kita menjual produk primer? Apakah karena kita menawarkan proses pembelian yang mudah? Sebuah testimoni pelanggan merupakan bahan konten marketing yang dapat diandalkan. Yang penting, jangan hard selling.

5. Apa yang menjadi kepedulian mereka?

Hal-hal apa yang menurut target pelanggan Anda merupakan hal penting dalam hidup? Nilai-nilai apa yang mereka yakini? Komunikasikan dengan jelas, bahwa brand Anda pun peduli pada hal-hal tersebut.

6. Apa yang memotivasi mereka membeli produk dan layanan bisnis kita? 

Temukan alasan terbaik kenapa konsumen harus membeli produk dan layanan Anda. Kenapa bukan yang lain. Coba tempatkan diri dari kacamata konsumen. Semakin Anda dapat menggali insight tentang hal ini, maka semakin tajam konten yang bisa Anda buat.

7. Dimana mereka biasanya membeli produk dan layanan bisnis yang kita punya? Bagaimana cara mereka membandingkan harga?

Cari tahu bagaimana mereka mengambil keputusan. Apa saja prosesnya, dan hal-hal apa yang memengaruhi keputusan tersebut.

8. Apakah produk dan layanan bisnis kita telah memberikan nilai yang mereka inginkan?

Untuk dicatat, nilai lebih tidak selalu harga yang murah. Tapi hal-hal lain yang sifatnya tidak kasat mata, alias intangible value. Misalnya, perasaan keren saat membeli produk dan layanan kita.

9. Apa strategi kita atas kelompok 10 orang pertama?

Pendekatan ini merupakan saran Seth Godin, dan mungkin familier bagi pelaku bisnis MLM. Cara mudahnya begini, silakan pilih kelompok awal pengguna produk dan layanan bisnis Anda. Sepuluh orang ini haruslah kelompok orang yang sudah mengenal Anda, percaya kepada Anda. Dan kesepuluh orang ini haruslah membutuhkan atau menginginkan produk dan layanan Anda.

Jika kelompok ini menyukai apa yang Anda tawarkan, lanjutkan. Jika tidak, ubah. Bisa ubah produk dan layanan, atau ubah caranya, atau ubah keuntungan bagi konsumen.

10.  Bagaimana kita bisa memastikan kelompok itu akan membeli kembali, sekaligus membawa 10 pelanggan baru lainnya?

Sepuluh daftar di atas mungkin sulit dijawab dalam waktu singkat. Namun, memang seperti itulah bisnis berproses. Jika Anda bisa menjawab satu demi satu, maka akan mudah untuk mengetahui jenis, dan tipe konten apa yang akan menarik perhatian pasar, hingga membuat brand Anda terlihat dan teringat, meski dalam kerumuman.

Nah, selamat menikmati prosesnya. Mulailah mencoret-coret di atas kertas, dan silakan jika ingin berbagi cerita.

2 thoughts on “Saat Bisnis Terpuruk, Gunakan Check List ini untuk Menyusun Strategi Konten

  1. intanblog Reply

    ini termasuk yang sulit bos, memperkuat popularitas brand bisnis. kalau menurut saya, harus lebih berkorban ngeluarin duit buat promosi. misal saja via online advertising seperti google ads dll. thanks

    • Sica Harum
      Sica Harum Post authorReply

      Betul bos. Iklan itu wajib.
      Yang penting mesti punya perhitungan matang buat beriklan efektif.

      Terima kasih sudah mampir ya 🙂

Leave a Reply