Berapa Banyak yang Bisa Anda Tulis dalam Sehari?

Josefa Arybowo

Josefa Arybowo

Literary enthusiast who put huge interest in music and photography. Black coffee, pencil, and notebook are her inseparable companions.
Josefa Arybowo

Latest posts by Josefa Arybowo (see all)

Setiap orang memiliki kebiasaannya sendiri dalam menulis. Anda setuju dengan kalimat tersebut?

Dan seperti orang yang sehari-hari mencari rezeki, setiap penulis memiliki “pendapatan” kata yang berbeda-beda setiap harinya. Ada yang mampu mendapatkan banyak, ada yang bahkan tidak mendapatkan apa-apa.

Tetapi siapa pun setuju, bahwa mereka yang ingin menjadi seorang penulis dengan buku yang diterbitkan, mereka harus menumbuhkan kebiasaan menulis dengan rutin. Rasanya tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa sebuah buku mengandung peluh, air mata, dan darah.

Menciptakan kebiasaan menulis—tulisan apa pun, bahkan yang nantinya akan dicoret sebagian atau dihapus sama sekali—sangatlah penting. Ini adalah bagian dari proses kreatif penulis yang tidak bisa ditinggalkan. Menciptakan kebiasaan menulis tidak semata-mata berkaitan dengan kecepatan Anda menulis di tahap selanjutnya. Menciptakan kebiasaan menulis, bagi saya, berkaitan juga dengan kualitas tulisan yang Anda ciptakan.

Namun, perlukah membuat target “pendapatan”? Jika ya, berapa?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang relatif. Jika Anda bertanya kepada sejumlah penulis besar, “Berapa banyak yang Anda tulis setiap hari?”, mungkin setiap dari mereka akan memberikan jawaban masing-masing yang bisa sangat berbeda dan tidak disangka-sangka. Tetapi saya yakin, para penulis itu akan menyarankan satu hal: menulislah setiap hari, karena hal itu akan membuat Anda lebih percaya diri.

Ernest Hemingway mengatakan bahwa ia hanya mampu menghasilkan 500 kata dalam sehari. Stephen King belum puas jika seharian menulis tidak menghasilkan 2000 kata. Sejumlah penulis lain mengatakan bahwa satu kalimat sehari cukup, tetapi penulis lainnya menyarankan bahwa raihlah sebanyak-banyaknya, 10 ribu kata sekalipun. Sejumlah penulis ada yang berkembang lewat rutinitas, ada pula yang berkembang lewat bantuan adrenalin (baca: deadline). Saya pribadi bukan seorang penulis yang cepat. Dalam sehari, saya hanya mampu menciptakan tulisan sebanyak 500 hingga 1000 kata. Ada saat-saat saya dapat menulis lebih dari itu, tetapi tidak terlalu sering—jika tidak bisa disebut jarang, kecuali dipaksa dan hasilnya jauh dari harapan.

Apa pun itu, tidak pernah ada sebuah teori atau hukum yang ditetapkan untuk menentukan “seberapa banyak”. Bahkan sesungguhnya Anda tidak harus menulis setiap hari: penulis diperbolehkan untuk mengambil hari libur untuk pikirannya sendiri.

Yang perlu dicari dan ditelaah setiap sebagai seorang penulis adalah pemahaman atas proses kepenulisan dan proses kreatif Anda. Ini adalah pencarian jati diri sebagai seorang penulis.

Dan seperti berolahraga dan melatih otot tubuh, latihan menulis yang rutin akan secara bertahap membuat Anda mampu “mengangkat beban” lebih berat dan berjalan lebih jauh. Seperti berolahraga pula, jika Anda mengangkat beban yang terlalu berat atau mencoba berjalan terlalu jauh, Anda akan melukai diri sendiri. Dalam perihal menulis, yang bisa Anda hadapi jika memaksakan diri untuk menulis terlalu banyak adalah risiko kelelahan dan bosan pada tulisan sendiri. Di sisi lain, semakin banyak Anda melatih diri, maka Anda akan menemukan karakter, termasuk bagaimana menaklukkan diri sendiri.

Percayalah, ini bukan sekadar motivasi.

Pada titik tertentu, setiap penulis akan menulis sebanyak-banyaknya. Jika ingin menulis lebih banyak, apa lagi yang bisa menahan Anda?

Leave a Reply