Ayo, Publikasikan Bukumu (Dari Sekarang)!

Josefa Arybowo

Josefa Arybowo

Literary enthusiast who put huge interest in music and photography. Black coffee, pencil, and notebook are her inseparable companions.
Josefa Arybowo

Latest posts by Josefa Arybowo (see all)

Ada banyak cara untuk menyebarluaskan informasi mengenai buku Anda. Cara yang konvensional: menghubungi media, mengirimkan buku untuk diresensi, dan memulai tur buku. Itu semua adalah bagian dari kampanye publisitas Anda ketika buku sudah dicetak dan siap didistribusikan. Padahal, selalu ada cara lain untuk menghidupkan semangat dalam setiap peluncuran buku, bahkan sebelum buku itu ada. Dengan demikian, ketika buku sudah lahir, Anda tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mempublikasikan buku.

Anda selalu bisa menghadirkan gimmick yang selama ini belum terpikirkan. (Jika tidak bisa melakukannya sendiri, Anda mungkin bisa mengandalkan kami untuk melakukannya.)

Memublikasikan buku adalah jalan yang panjang, tetapi bisa dimulai sejak Anda masih dalam tahap “ingin menuliskannya”. Banyak peristiwa dalam perjalanan menulis setiap orang yang menarik untuk dipublikasikan oleh wartawan ataupun kawan sesama blogger. Misalnya seperti berikut ini.

 

    1. Ketika mulai menulis sebuah buku baru

bigstock-the-library-in-the-e-book-conc-40267636Meskipun Anda belum menjadi seorang penulis terkenal, selalu akan ada penikmat buku yang bersemangat saat mendengar cerita mengenai sebuah proyek buku baru. Ingat, membuat buku bukanlah hal yang gampang, itu sebabnya berbagi mengenai niat menulis adalah hal yang akan mendapatkan sambutan hangat bahkan dukungan.

Mungkin Anda berpikir, “Wah, belum punya buku kok udah woro-woro. Kalau gagal gimana?”.

Hmm, bagaimana kalau mengubah cara pikir yang seperti itu? Bukankah menyenangkan jika banyak orang tahu Anda akan menulis buku? Anda pun akan semakin bersemangat untuk menulis, terutama karena ada orang-orang yang sudah menunggu Anda berkarya, bukan?

Bahkan, jika ini dilakukan pada buku kedua atau kesekian, tidak ada salahnya untuk membuat semacam “siaran rilis” untuk dikirimkan ke teman-teman media, komunitas, maupun sesama blogger, agar mereka tahu bahwa salah satu penulis favorit mereka akan membuat buku baru! Ada sejumlah hal yang bisa dibagikan di rilis ini, seperti apa yang akan ditulis di buku ini, terinspirasi dari mana, apa yang berbeda di buku baru dengan buku sebelumnya, bahkan apa pun yang ingin Anda bagikan.

    1. Setelah semakin “tenggelam” dalam kegiatan menulis

Anda telah menempuh seperempat bahkan separuh perjalanan menulis buku Anda. Sangat menyenangkan, bukan, ketika sudah mendapatkan berpuluh-puluh halaman? Mengapa tidak membagikannya kepada orang lain?

Cara Ayu Utami, Dewi Lestari, dan sejumlah penulis lain yang sering nge-tweet tentang tulisan dan calon buku mereka adalah sesuatu yang bisa Anda lakukan juga. Anda tentu sering melihat, berapa banyak tanggapan yang mereka terima dari para followers mengenai buku mereka. Di luar negeri sekalipun, tidak sedikit media yang kemudian mulai mengulik proses para penulis dalam menulis buku.

Jika menulis fiksi, tidak ada salahnya jika Anda bercerita sedikit mengenai karakter novel Anda. Lihat reaksi calon pembaca Anda. Bahkan, melibatkan mereka dengan meminta saran nama atau judul bab sekalipun bisa jadi sangat “promosif”. Yang penting, Anda tidak terlalu sering melakukan hal ini supaya tidak terjebak dengan promosi yang berlebihan.

    1. Setelah selesai menulis buku

Ceritakan! Ceritakan bahwa tulisan Anda sudah selesai! Ceritakan juga bahwa buku Anda saat ini sedang diedit dan tidak lama lagi akan dicetak! Sebutkan juga judul resmi buku Anda, sehingga para pembaca semakin tidak sabar untuk menantinya hadir di toko buku. Dan, tahukah Anda bahwa sampul buku adalah hal yang juga sangat menarik perhatian para pembeli buku? Mengapa tidak membuat sejumlah opsi dan menyerahkannya kepada para pembaca untuk memilihnya?

 

Anda tidak perlu bekerja sendirian ketika melakukannya. Jika mengetuk pintu yang tepat, Anda tentu akan mendapat pertolongan yang tepat untuk melakukan ini semua. Pastinya masih ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memublikasikan buku sekreatif mungkin. Yang perlu Anda lakukan adalah melakukannya secara konsisten dan tidak memaksa, sehingga buku Anda mendapat tempat di ingatan para pembaca untuk kini dan seterusnya.

Leave a Reply