Awas! Konten yang Begini Bakal Mudah Ditinggal Pembaca

Hilda Anastasia

Hilda Anastasia

A friendly person with passion in writting. Has television brodcast and journalism experience.
For me, life is a story for inspiration.
Hilda Anastasia

Perusahaan yang aktif nge-blog berpotensi mendatangkan traffic dan potensi bisnis lebih baik. Namun hati-hati, jangan sampai kualitas konten website menjadi turun akibat mengejar target posting.

Dilansir dari content marketing.com,  rata-rata hanya sepertiga konten website yang dianggap efektif sejauh ini. Sedangkan sisanya membuat audiens berpindah halaman web.  Apa penyebabnya?

Konten egois

Tipe konten ini membuat konten seolah-olah hanya menunjukkan keunggulan produk atau layanannya. Konten seperti ini hanya fokus pada dirinya, bukan pada audiens. Sementara tujuan konten adalah memberi manfaat pada audiens.

Neil Pattel , seorang konsultan dalam bidang strategi konten menilai, banyak pembuat konten justru lebih fokus pada yang ingin disampaikan tapi ternyata tidak penting untuk audiens. Walaupun kita sudah repot-repot menambahkan sisi visual dalam konten, hasilnya akan percuma bila tidak menarik bagi audiens.

Konten yang tidak egois ialah konten yang memahami dan beriteraksi dengan audiens.

Contohnya, nutricia club yang tidak melulu menjelaskan keunggulan produk, namun juga berisi tentang parenting, informasi gizi, plus galeri foto para bayi yang imut-imut dan menggemaskan. 

Hard selling

Content marketing memang ditujukan untuk membantu peningkatan penjualan. Namun hindari cara yang berlebihan. Konten website kita harus memuat informasi yang benar, bahkan mengedukasi pembaca, tidak melulu jualan.

Terlalu mengikuti SEO

Teknik teknik SEO yang kita jalankan secara baku akan menghasilkan web yang tidak natural, bahkan berpotensi dipinalti mesin pencari terbesar, Google. Hindari keyword stuffing agar web Anda tetap eksis dan aman dari ancaman penalti. 

Keyowrd stuffing ialah teknik menarget kata kunci tanpa membuat konten yang relevan. Misalnya begini. Mungkin Anda pernah mencari sebuah informasi di Google, lalu menemukan tautan terkait. Namun ternyata setelah membuka tautan website tersebut, halaman postingan yang kita cari malah tidak ada. Kalaupun ada artikel, isinya tidak sesuai kategori yang kita cari. Ini lah yang disebut dengan keyword stuffing.

Selain menghindari keyoword stuffing, jangan menambahan link/tautan yang terlalu banyak dalam satu artikel. Pilih link berkualitas yang relevan dan berkualitas, sehingga meningkatkan kepercayaan pembaca.

Terlalu banyak 

Banyak perusahaan berusaha membuat banyak konten untuk membentuk mindset pembaca. Untuk website baru, jumlah artikel tentu berpengaruh. Namun, harap diingat, konten di media milik Anda berbeda target dengan media massa. Apalagi jika sumber daya terbatas. 

Akan lebih baik jika Anda tak jor-joran dalam jumlah postingan, namun fokus pada kualitas konten. Issue penting yang dikemas sederhana akan membuat pembaca semakin ‘terikat’. Sebaliknya, terlalu banyak konten tanpa perhitungan matang hanya akan membuat audiens menerima informasi yang berlebihan. Jadi, percuma saja mengejar target jumlah konten jika tidak berpengaruh terhadap margin keuntungan.

Membuat konten merupakan sebuah seni bagaimana memahami audiens, dan tetap menjaga hubungan dengan mereka. Hindari konten-konten yang bikin ‘ilfeel’ agar audiens tetap nyaman berada di dalam radar kita. 

Happy monday!

One thought on “Awas! Konten yang Begini Bakal Mudah Ditinggal Pembaca

  1. intanblog Reply

    ” Membuat konten merupakan sebuah seni bagaimana memahami audiens, dan tetap menjaga hubungan dengan mereka. Hindari konten-konten yang bikin ‘ilfeel’ agar audiens tetap nyaman berada di dalam radar kita. ”

    asyik banget bahasanya mba… membuat konten juga sebenarnya harus sesuai dengan tujuan utama yaitu, membantu orang lain menemukan solusi… mantap mba.. thanks

Leave a Reply