Agar Disayang Millenial, Pakai Resep Konten Ini

Hilda Anastasia

Hilda Anastasia

A friendly person with passion in writting. Has television brodcast and journalism experience.
For me, life is a story for inspiration.
Hilda Anastasia

Bahkan, jika bisnis Anda tak menyasar kaum millennial secara langsung, tetaplah penting berada di dalam radar mereka.

Topik bahasan mengenai millenial atau generasi langgas, sedang membanjiri konten internet. Generasi yang lahir di era 1980-2000 ini dianggap memiliki karakter unik. Yang paling kentara, mereka sangat akrab dengan teknologi, senang mengetahui hal-hal baru, membutuhkan pengakuan, namun juga mudah bosan. Umumnya, generasi ini lahir dan besar di periode kehidupan yang cenderung lebih ‘mudah’, serta dimanjakan fasilitas dan teknologi.

Masa keemasan generasi millenial Indonesia akan mencapai puncaknya pada 2020. Jadi penting untuk mulai mendekatkan bisnis Anda ke generasi langgas.

Bahkan jika bisnis Anda tak menyasar kaum millennial secara langsung, tetaplah penting berada di dalam radar mereka. Sebab generasi millenial merupakan penggerak opini yang andal. Kekuatan jari-jari mereka bisa membawa bisnis Anda ke peluang-peluang baru.

Bagaimana agar konten Anda disayang millenial? Pastikan Anda tak kecolongan di 7 hal berikut ini:

 

1. Mobile Friendly

Bisnis Anda harus dapat diakses secara mobile, melalui ponsel atau tablet para millenial. Makin simple prosesnya, makin besar kemungkinan para millennial ini mencintai bisnis Anda.  Begitu juga halnya dengan konten. Pastikan konten Anda terlihat baik dari layar gawai (gadget).


2. Jangan pernah beriklan

Betul, promosi itu penting. Namun, generasi millennial paling sulit “dipaksa” iklan. Tunjukkan keuntungan yang akan mereka terima dengan pendekatan akrab. Mereka lebih suka dibujuk secara halus.  Salah satu cara paling jitu, bekerja sama dengan influencer atau selebriti dalam mempromosikan produk Anda di media sosial. 

3. Visual, visual, dan visual.

Konon generasi langgas enggan membaca teks panjang. Memang tak semuanya begitu, tapi ada baiknya memperbanyak proporsi konten visual yang menarik. Gunakan gambar-gambar menarik, atau video berdurasi pendek yang menarik. Selipkan pesan utama brand Anda dalam kemasan visual.

 

Sepatu Toms yang digilai para millenial karena mengusung nilai sosial.
4. Peka terhadap isu sosial

Generasi millenial sangat memperhatikan tanggung jawab sosial sebuah brand. Jika brand Anda punya kepedulian sosial atas issue tertentu, maka komunikasikan dengan baik kepada millenial. Mereka tak akan ragu untuk ambil bagian dalam gerakan tersebut.

Brand sepatu Toms ialah contoh yang tepat untuk ini. Jujur saja, harganya agak mahal untuk kualitas sepatu seperti itu.  Namun, berkat pesan yang jelas atas misi sosial mereka, Toms dinilai lebih tinggi oleh para millenials ketimbang Nike yang jor-joran beriklan demi menyasar golongan millenial.   Dalam Brand World Value index yang menyasar responden usia dibawah 35 tahun, Toms ada di ranking 22, menggungguli Nike di posisi 26.

5. Interaktif

Hadirlah di media sosial. Libatkan brand Anda dalam topik topik pembicaran seputar gaya hidup, wirausaha, musik atau bahkan film.  Mereka akan lebih mudah menerima dan mereka akan membagikan dan menyebarkannya kepada follower

6. Solusi cepat

Terbiasa dengan teknologi, generasi ini mau serba cepat. Pastikan image brand Anda memberikan solusi cepat atas persoalan mereka. Berikan tips seputar permasalahan mereka umumnya seputar dunia pekerjaan,  wira usaha,pendidikan , gaya hidup bahkan soal asmara.

7. Pahami dan libatkan mereka

Model beken Kylie Jenner pernah mengajak 80 juta followernya di Instagram untuk ikut terlibat menamai salah satu edisi lipstik produknya. Hasilnya, engagement sangat tinggi itu menghasilkan Poise K,  Lip Kit by Kylie. Pada dasarnya, generasi millenial membutuhkan pengakuan. Mereka tak segan berbagi pendapat, termasuk jika diajak terlibat dalam salah satu kegiatan brand Anda.

Selamat mencoba resep ini agar konten Anda disayang millenial!

Leave a Reply