15 Cara Menemukan Ide Artikel untuk Memasarkan Bisnis Anda

Sica Harum

Sica Harum

CEO, Head of Content at Arkea
Create content based on data. She has more than 10 years experiencing in journalism and digital content, specialized in narrative journalism.
Sica Harum

Banyak cara memasarkan bisnis. Namun menulis artikel di blog, sampai saat ini masih diyakini sebagai salah satu cara mudah untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan.

Bagaimana cara menemukan ide artikel untuk memasarkan bisnis?

Sebelumnya, harap diingat.
Konten marketing bukan hanya artikel di blog.
Bisa video, atau infografis, atau bahkan presentasi.

Tapi, nge-blog relatif paling mudah (dan murah) untuk sebuah konten yang mudah dicari di website kita.

Melalui blog, kita bisa bercerita apa saja. Kita bisa menulis produk atau jasa perusahaan, atau pemikiran terkait topik hangat, yang tentunya harus relevan dengan bisnis kita.

Jika blog itu dikelola dengan baik, maka kita bisa mendapatkan kunjungan (traffic) dan pembeli produk/jasa.

“Tapi, menulis saja aku sulit… Udah capek ngurusin produksi, nih. Apalagi jika harus nge-blog rutin.”

Kalau begitu, Anda harus punya orang atau tim khusus yang menangani pemasaran lewat blog. Tersedia jasa penulis konten artikel, atau sekalian saja minta perencanaan konten-nya.

Yang penting, pilih cara terbaik agar blog bisnis Anda bisa selalu up-date dan menunjang pemasaran.

Betul memang, ada bisnis yang berjalan tanpa harus punya website atau blog.
Tapi ingat, internet punya daya ungkit yang relevan dengan pertumbuhan bisnis.

Blog yang selalu update secara konsisten akan menghasilkan:

  1. Lebih banyak traffic/kunjungan
  2. Penjualan

    Lantas bagaimana mencari ide Artikel untuk memasarkan produk/jasa bisnis Anda?

Idealnya, semakin rutin Anda nge-blog, semakin baik. Tapi, karena kesibukan Anda juga tidak sedikit, ada beberapa strategi yang bisa dicoba.

Yang paling penting ialah perencanaan.

Jika Anda selama ini biasa nge-blog, percayalah, itu beda banget dengan nge-blog buat bisnis. Anda tak bisa nge-blog sesuai mood.

Yang juga harus Anda ketahui, blog tidak bisa digunakan seluruhnya untuk jualan.

Kayanya kok aneh ya.
Tujuan konten marketing ialah untuk meningkatkan penjualan. Tapi isi kontennya ga boleh jualan.

But, it’s true. 

Bayangkan begini.
Anda bertemu orang baru.
Apa yang Anda lakukan ketika orang itu mengeluarkan katalog produk dan langsung bersemangat menjelaskan barang dagangan?

Kabur.

Apalagi di dunia online dengan begitu banyaknya konten yang siap mendistraksi perhatian audience Anda. Maka yang harus Anda dapatkan dari audience ialah perhatian dan kepercayaan.

Ada tiga tahapan dalam pembuatan konten blog bisnis. Yaitu perencanaan, produksi konten, dan promosi.

Namun dalam posting artikel ini, saya akan fokus pada perencanaan terlebih dahulu. Khususnya untuk mendapatkan ide konten marketing.

APA YANG SEHARUSNYA ADA DI BLOG BISNIS ANDA?

  1. Konten pengenalan, yang berisi artikel seputar informasi penting dan tips.
  2. Konten branding agar pembaca ingat pada produk atau jasa kita.
  3. Konten penjualan yang berguna untuk mendapatkan pelanggan.

Apa beda dari ketiga konten tersebut?

Konten pengenalan merupakan konten yang bisa dibaca siapa saja. Biasanya konten bersifat ringan, dan general.

Konten branding sudah lebih fokus mengarah ke produk atau jasa kita.

Konten penjualan, umumnya bersifat panduan untuk memberikan visualisasi atau bayangan lebih kepada calon konsumen, apa yang ia dapatkan dengan menggunakan produk/jasa kita.

Misalnya, bisnis kita ialah menjual rangkaian bunga.

Sebagai konten pengenalan:

  • 10 Bunga Paling Populer untuk Menyatakan Cinta (pooling)
  • Penderita Alergi, jangan berdekatan dengan bunga-bunga ini
  • 7 Momen Terbaik untuk Memberikan Rangkaian Bunga kepada Mitra Bisnis

Sebagai konten branding:

  • Tips Agar Rangkaian Bunga tak Mudah Layu
  • Untuk Mitra Bisnis, Ini 10 Bunga Paling Tahan Lama di Ruangan AC
  • Seberapa Penting Rangkaian Bunga dalam Perayaan Imlek

Sebagai konten penjualan:

  • Rangkaian Bunga untuk Imlek
  • Rangkaian Bunga untuk Rayakan Valentine Terbaik

Konten pengenalan sifatnya masih umum. Pada eksekusinya, konten ini masih tergolong mudah dibuat dan banyak yang bisa melakukannya.

Konten branding sudah lebih fokus. Kontennya bermanfaat bagi mereka yang sudah pernah membeli atau punya rangkaian bunga, tapi belum membeli dari kita.

Konten penjualan berisi konten jualan, yang akan mengingatkan calon pembeli bahwa kita punya barang/jasa yang ia butuhkan.

Dalam sebuah blog, tidak ada aturan baku terkait komposisi berapa banyak seharusnya konten pengenalan, branding, dan penjualan. Tapi kira-kira, perbandingannya ialah 5:3:2

Jika dalam satu bulan ada 10 konten di blog bisnis Anda, maka ada 5 konten pengenalan, 3 konten branding, dan 2 konten penjualan.

 

Berikut Ini, 15 Cara Menemukan Ide Artikel untuk Blog.

 

1. Lihat rencana bisnis Anda tahun ini

Konten blog harus relevan dengan rencana bisnis Anda.
Apa produk/jasa yang ingin difokuskan?

Informasi ini akan menjadi bahan dasar  untuk ide artikel blog bisnis Anda, paling pas dikategorikan menjadi  konten penjualan

2. Lihat rencana kegiatan Anda

Apakah ada rencana membuat event, atau ikutan bazaar? Ini juga bisa menjadi materi konten penjualan, dan konten branding.

Dokumentasikan event, lalu bagi di media sosial.
Ceritakan pengalaman menjadi bagian dalam event itu di blog.

3. Lihat target audiens Anda

Seperti berjualan, Anda juga harus jelas dulu dengan target audiens Anda. Informasi apa yang mereka butuhkan? Apa kebiasannya? Dimana mereka eksis? Mengetahui target audiens akan memudahkan Anda membuat konten yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Misalnya, target audiens ialah perempuan usia 20-30 tahun, hobi kuliner dan traveling, suka main instagram, dan sering kepo dengan berita terbaru.

Artinya, Anda harus banyak memproduksi konten dengan visual cantik yang menarik untuk didistribusikan via instagram.

Pikirkan konten yang tepat untuk target audiens Anda. Apa yang penting buat mereka. Apa yang membuat mereka terlihat pintar di depan bos.

4. Up to Date dengan current  issue

Sebagai pemilik bisnis, tentu Anda harus tahu tren dan topik utama terkait bisnis Anda. Selalu sempatkan melihat dan membaca apa yang sedang jadi perhatian, tanpa terjebak ke hal yang detil.

Berita yang sedang hits, biasanya juga terkait dengan tanggal-tanggal peringatan hari penting dalam skala nasional dan internasional. Pilih yang sesuai dengan ruang lingkup industri bisnis Anda. Ini bisa jadi ide artikel blog Anda.

Isu terkait Hari Batik Nasional, cocok sebagai ide artikel untuk blog bisnis fesyen. Misalnya tentang tips memilih batik untuk baju kerja. Atau tips padu padan batik dengan jeans, disajikan dalam bentuk ilustrasi, misalnya.

Postingan blog yang “niat banget”, biasanya mendatangkan hasil yang sepadan.

Pernah ada iklan colongan menarik paska perceraian Brad Pitt dan Angelina Jolie. Tak lama setelah berita heboh itu, sebuah maskapai asal Norwegia membuat iklan:

Sumber: Telegraph.co.uk

Pendekatan seperti ini memang bersifat reaktif. Butuh pengalaman profesional yang panjang untuk mendapatkan ide content marketing dari sebuah peristiwa. Anda butuh terbiasa untuk menangkap insight.

Tapi bisa dicoba. Dan dilatih.

5. Tren di media sosial

Pelajari tren konten di media sosial yang menjadi target Anda. Konten di Facebook, akan sangat berbeda dengan konten di Instagram. Apalagi LinkedIn. Itu semua bisa jadi ide artikel di blog.

Biasanya dengan mempelajari tren konten di media sosial, Anda perlu nge-twist judul atau gaya bahasa agar lebih sesuai dengan audiens media sosial.

Perhatikan juga trending topic.

Membiasakan diri untuk memantau trending topic dapat membiasakan diri kita mempelajari behaviour digital market. Yang perlu dipikirkan, apakah market itu sesuai dengan market kita.

6. Cari ide Artikel di kerumunan online

Cari tahu, apa yang paling sering ditanyakan orang-orang di komunitas online. Tentu saja yang relevan dengan bisnis kita.

Coba bergabung dengan FB Group, atau G+, atau Kaskuser, apapun komunitas online yang sesuai dengan target audiens dan relevan dengan bisnis.

Misalnya, di sebuah grup online yang membahas tentang parenting, ada sebuah pertanyaan terkait brain games dan efeknya kepada anak-anak. Tentu saja, ide artikel ini cocok bagi Anda yang punya bisnis daycare, atau online shop khusus permainan anak-anak.

Pilihan lain, cek quora.com Situs ini merupakan platform untuk siapa saja bisa bertanya, dan siapa saja bisa menjawab. Pilih pertanyaan yang relevan dengan bisnis Anda dan populer, lalu kembangkan jadi ide artikel untuk content marketing.

7. Cek Toko Sebelah

Maksudnya, cek blog atau website yang berada dalam lingkup bisnis Anda.

Anda bisa mencari tahu konten populer di web tersebut menggunakan SocialCount. Bisa juga pakai QuickSprout.  

Misalnya, sama-sama jualan brownies.
Dengan dua aplikasi di atas, kita bisa lihat konten apa yang populer.

Tentu saja, Anda tidak boleh mencontek. Ingat,  Google tidak menerima artikel contekan dan ini bisa berbahaya bagi blog bisnis yang Anda bangun.

Yang Anda lakukan ialah memberikan nilai lebih dari konten tersebut menjadi lebih informatif, lebih update, lebih elaboratif. Dan, tentu saja, lebih visual.

Sebab, sekadar memindahkan urutan penulisan masih tergolong copas.

8. Wawancara pelanggan

Jika Anda punya pelanggan, minta lah izin untuk mewawancarinya.
Tapi untuk kebutuhan content marketing, jangan minta testimoni.

Wawancarai kesehariannya -bisa terkait pekerjaan atau bisnis mereka- yang secara langsung atau tidak langsung didukung oleh produk/jasa Anda.

Sekadar contoh, Anda seorang freelancer desain grafis.

Salah satu pelanggan Anda menggunakan jasa Anda untuk desain brand toko online-nya, mungkin untuk tote bag, atau kop surat. Anda bisa mewawancarai seputar bisnis pelanggan Anda, dilengkapi foto barang yang memperlihatkan desain Anda, tanpa harus mencolok.

9. Bersatu dengan mitra atau vendor

Di zaman kolaborasi ini, bersatu padu lebih baik daripada berjuang sendiri. Jangan kuatir masalah rezeki. Justru Anda bisa memanfaatkan ini menjadi kerjasama strategi yang saling menguntungkan, a.k.a cross marketing.

Misalnya Anda menjual jasa event organiser untuk pesta anak.

Anda bisa mengulas tipe kue ulang tahun yang bebas alergi, kepada mitra Anda penyedia kue ulang tahun. Sebaliknya, Anda juga bisa membuat konten seputar tips menyelenggarakan pesta untuk anak-anak, yang dipublikasikan di website mitra Anda. Lengkapi postingan dengan foto birthday cake. 

10. Lihat Buku Best Seller

Cek toko buku online, lihat jajaran buku best seller yang relevan dengan bisnis Anda. Biasanya, itu bisa jadi menjadi konten yang disukai banyak orang.

Di Amazon, kita dapat mencari informasi buku best seller berdasarkan topik yang relevan dengan bisnis dan konten marketing Anda.

Misalnya, bisnis Anda ialah katering sehat untuk penderita diabetes. Topik yang Anda cari tentu saja seputar diabetes dan makanannya.  Lihat bagian daftar isi. Semua bab dalam buku itu bisa menjadi ide artikel di blog bisnis Anda.

11. Lihat Event yang Ramai

Akhir-akhir ini sudah banyak event sharing yang diselenggarakan di komunitas. Lihat saja event semacam itu, yang relevan dengan bisnis Anda.

Jika waktunya cocok, datang. Akan banyak inspirasi konten yang didapat dari acara-accara offline. Anda juga bisa mengobrol dengan banyak orang untuk mendapatkan insight.

Jika ingin mengintip secara online, lihat saja web semacam meetup.com atau eventbrite. Dari situ, Anda bisa melihat topik yang banyak diminati orang.

12. Panduan How-To dan Ulasan produk

Buat artikel  yang menjelaskan tentang produk Anda secara detil. Seperti apa cara kerjanya. Bagaimana customer dapat memanfaatkan produk/jasa Anda dengan optimal. Tentu saja, ini sudah termasuk ke dalam konten penjualan.

Video dengan tema unboxing cocok jika produk Anda dijual dalam kemasan. Menjelaskan kandungan gizi -bila produk Anda berupa makanan dan minuman- juga bisa ditampilkan dengan ringan dan menyenangkan dalam infografis.

13. Lesson Learned

Saat ini era keterbukaan dan pengakuan-pengakuan masa lalu bisa dihargai sebagai sesuatu yang genuine dan menjual.

Ingat kembali perjuangan awal Anda mendirikan bisnis, ambil lesson learned-nya, dan sampaikan.

Fokuskan pada bagaimana pengalaman itu membuat Anda bisa menghasilkan produk/jasa yang lebih baik saat ini.

Pernah menutup bisnis lantaran masalah SDM? Ceritakan apa yang Anda lakukan untuk memperbaiki kualitas SDM sehingga menunjang bisnis Anda saat ini.

Pernah bangkrut lantaran ide produk Anda belum diterima pasar? Ceritakan saja, termasuk bagaimana hal itu membantu Anda berinovasi.

Jika Anda punya bisnis jasa dan itu terkait dengan klien, jangan sebut nama klien Anda. Terlebih dahulu, mintalah izin kepada mereka untuk berbagi cerita.

14. Glosarium/ Buku Pintar/ Kamus

Dalam setiap bisnis, pasti ada terminologi populer yang sering digunakan, baik dalam tingkatan amatir ataupun profesional.

Dalam urusan per-baking-an kue dan bolu, seorang pembuat kue pasti mengetahu istilah-istilah penting. Atau bisnis Anda bergerak di bidang pertamanan? Pasti ada terminologi yang bisa dibagi ke audiens. Ini bisa jadi ide content marketing yang brlian.

Buat daftarnya, jelaskan dengan singkat dan informatif. Jika bisa, sampaikan juga dalam bentuk infografis.Sebagai contoh, investopedia.com memiliki kamus keuangan berisi lebih dari 1.300 terminologi di bidang keuangan.

15. Personal story

Anda pasti punya role model, punya seseorang yang banyak menginspirasi hidup dan bisnis Anda. Silakan berbagi dalam artikel blog.

Apa buku yang baru Anda baca, dan bagaimana itu akan memengaruhi bisnis Anda?  Apa film yang baru Anda tonton, dan mungkin ada quotes yang menyemangati Anda?  Atau Anda baru saja bertemu dengan influencer di bisnis Anda? Ceritakan.

Artikel dengan pendekatan personal story termasuk jenis konten yang tak bisa sering-sering dipublikasikan di blog bisnis. Namun kehadirannya akan memberi sentuhan personal yang otentik.

Nah, itu 15 ide artikel konten marketing. Masih banyak cara menemukan ide artikel untuk marketing bisnis Anda. Jika ada yang Anda temukan, silakah menambahkan pada kolom komentar di bawah ini.

2 thoughts on “15 Cara Menemukan Ide Artikel untuk Memasarkan Bisnis Anda

Leave a Reply